SIDOARJO - Meski terdapat perbedaan dalam menentukan awal Ramadan tahun ini, untuk Hari Raya Idul Fitri diprediksi antara Muhammadiyah dan pemerintah akan berbarengan.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Sukadiono saat kegiatan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
"Kalau Hari Raya Idul Fitri saya yakin bersamaan," ucapnya.
Keyakinan Sukadiono timbul dari metode yang digunakan kedua pihak. Dimana pemerintah menggunakan Ruqyatul Hillal dan Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab.
"Jadi karena saya yakin berdasarkan metode apapun, baik ruqyah maupun hisab, Insyaallah nanti akan ketemu hari raya 10 April," jelasnya.
"Tapi seandainya berbeda pun kita akan saling menghormati," imbuhnya.
Menurutnya, yang paling penting adalah kondusivitas masyarakat yang harus dijaga. Agar ibadah Ramadan yang sudah dijalankan selama satu bulan tak hilang.
"Jadi khusus Ramadan tahun ini Insyaallah bersama (Hari Raya Idul Fitri) Insyaallah," pungkasya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista