Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Masuki Musim Pancaroba, Dinkes Sidoarjo Minta Waspadai Demam Berdarah

M Saiful Rohman • Senin, 18 Maret 2024 | 02:13 WIB

 

Ilustrasi nyamuk demam berdarah. (Ist)
Ilustrasi nyamuk demam berdarah. (Ist)
 

SIDOARJO - Akhir-akhir ini perubahan cuaca terjadi begitu sangat cepat. Suhu udara ketika siang hari terasa sangat panas dan menyengat.

Sebaliknya ketika malam hari, suhu udara terasa dingin. Ditambah turun hujan saat esok ataupun dini harinya.

Ditengah musim pancaroba tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, Fenny Apridawati mengatakan jika masyarakat harus waspada. Sebab cuaca seperti itu dapat menimbulkan beberapa penyakit.

"Biasanya yang diderita warga itu ya gregesi (meriang, red), flu, diare ya sekitar itu," ucapnya.

Akan tetapi Fenny menyebut, pada puncak musim penghujan pihaknya sangat waspada dengan penyakit demam berdarah.

"Saat ini yang lebih diwaspadai itu demam berdarah, karena musim hujan, tapi Insyaallah Sidoarjo nggak nemen-nemen (tidak banyak, red)," ujarnya.

"Ada kasusnya, satu dua satu dua tapi langsung kita tangani, Insyaallah," imbuhnya.

Kendati demikian, Fenny menyebut jika mencegah penyakit adalah jalan yang terbaik. Karenanya ia mendorong agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

"Fogging bukanlah satu-satunya jalan terbaik, tetap yang terbaik itu 3M (Menguras, Menutup, Mengubur, red) dan Abate (Bubuk untuk mengotrol fase larva, red)," ungkapnya.

Menurut Fenny, fogging adalah opsi terakhir dalam penanggulangan demam berdarah. Sebab jika dilakukan terus menerus imun nyamuk malah akan naik dan kebal terhadap asap. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Demam Berdarah #Musim Pancaroba #Radar Sidoarjo #Dinas Kesehatan #Penyakit #musim penghujan