Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Tradisi Nyekar di Tanggul Lumpur Sidoarjo Jelang Ramadan

M Saiful Rohman • Senin, 11 Maret 2024 | 01:39 WIB
RUTIN: Warga Porong, Sidoarjo, yang melakukan nyekar di tanggul lumpur menjelang Ramadan. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
RUTIN: Warga Porong, Sidoarjo, yang melakukan nyekar di tanggul lumpur menjelang Ramadan. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Menyambut bulan suci Ramadan, warga Porong lakukan tradisi nyekar ke makam leluhur. Hal tersebut dilakukan ke makam yang sudah terendam lumpur sejak 2006. 

Salah satu warga, Ahmad Syadiq, mengatakan jika ziarah di atas tanggul lumpur merupakan tradisi eks warga Desa Mindi. Meski makam sudah terendam lumpur baginya doa tetap harus dipanjatkan. 

"Ziarah ke makam Desa Mindi (Tanggul lumpur, Red) sudah menjadi rutinan setiap tahun menjelang puasa," ucapnya. 

Baginya, doa terus dia panjatkan. Meski makam tak lagi kelihatan bentuk fisiknya dan hanya terlihat hamparan lumpur. 

"Sejak tenggelamnya Desa Mindi itu, setiap tahun kami ke sini," ujarnya. 

Kali ini dia ziarah ke makam kakaknya, buyut, orang tua dan kakek nenek. Syadiq yang saat ini tinggal di tempat relokasi Kesambi tersebut hanya ingin anak cucunya tahu, jika di bawah lumpur tersebut terdapat jasad keluarganya. 

Sementara itu, eks warga Desa Mindi lainnya, Muhammad Syafii mengaku jika dirinya setiap tahun juga rutin melakukan ziarah di atas tanggul. Karena bagaimana pun di tengah rendaman lumpur tersebut terdapat makam sanak familinya. 

"Dulu saya warga Desa Mindi aslinya dan makamnya ada di sini (Sambil menunjukkan ke arah lumpur, Red)," katanya. 

Dia mengaku selalu datang nyekar dan mengenang orang tua yang sudah melahirkan dan membesarkannya di kampung halamannya. (sai/nis)

Editor : Annisa Firdausi
#Tradisi Nyekar #Warga Lumpur #desa mindi #nyekar sebelum ramadan #lumpur porong #Lumpur Sidoarjo