SIDOARJO - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor sidak ke sejumlah pemasok beras di Pasar Larangan, Jumat (8/3). Sidak stok beras tersebut dilakukan untuk mencegah kecemasan masyarakat akan ketersediaan beras di saat Ramadan.
"Agar masyarakat dapat melaksanakan hari raya dan puasa dengan tenang, ketersediaan pasokan beras oke, masyarakat bisa happy dan khidmat melaksanakan peribadatan sukses," ucapnya.
Terkait harga beras, Gus Muhdlor sapaanya menjelaskan, terdapat inflasi sebesar 1,8 persen setiap tahunnya. Serta 1,18 persen insflasi untuk di Sidoarjo.
Menurutnya, kuatnya intervensi Pemkab Sidoarjo membuat harga beras bergerak relatif turun.
"Kenaikan itu terjadi pada beberapa minggu yang lalu, terutama pada beras jenis medium, tapi untuk saat ini sudah mulai turun dan relatif stabil, tinggal kemudian operasi pasar dan sebagainya," ujarnya.
Tidak hanya beras, Gus Muhdlor juga menyebut beberapa komoditas lain yang menjadi atensi Pemkab. Seperti halnya telur dan cabai rawit.
Putra Pengasuh Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat, KH Agoes Ali Masyhuri itu menjelaskan, untuk memenuhi pasar telur di Sidoarjo pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Kabupaten Blitar. Dia bahkan akan memberikan subsidi biaya angkutan untuk menurunkan harga telur.
"Selain itu ada cabai rawit, ini kebanyakan dari Banyuwangi dan sekitarnya, treetmennya sama, kalau harganya tidak bisa ditekan maka kita akan intervensi melalui subsidi angkutan dan sebagainya," terangnya.
Sementara itu, salah satu pedagang beras Pasar Larangan, Joko menjelaskan, mahalmya harga beras hanya terjadi beberapa minggu yang lalu. Sedangkan saat ini harga sudah turun.
"Dua minggu yang lalu harga beras memang naik, saat ini sudah mulai turun," tutupnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista