SIDOARJO - Masih ada sekitar 5.280 rumah di Sidoarjo yang belum memiliki akses jamban sehat. Hal itu menyebabkan keprihatinan bagi Dinas Kesehatan setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Fenny Apridawati menyatakan bahwa penanganan masalah ini harus menjadi prioritas utama.
"Kami tak bisa menutup mata terhadap fakta bahwa ribuan rumah di Sidoarjo masih belum memiliki akses jamban yang layak. Hal ini bukan hanya masalah kesehatan masyarakat, tetapi juga masalah kemanusiaan yang harus segera ditangani," ungkap Fenny.
Mengenai langkah konkret yang akan diambil, Fenny mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima kunjungan dari USAID IUWASH Tangguh.
Kolaborasi ini membawa harapan baru dalam menangani masalah akses jamban sehat.
"Bersama-sama, kami merencanakan berbagai langkah untuk memberikan bantuan jamban sehat kepada masyarakat Sidoarjo yang membutuhkan," tambahnya.
Melalui kerjasama ini, diharapkan akan ada peningkatan signifikan dalam akses jamban sehat di Sidoarjo.
Fenny berharap agar proyek ini dapat terealisasi tepat waktu sehingga Sidoarjo dapat menuju status bebas ngiwur pada 2024.
"Pemenuhan akses jamban sehat adalah langkah awal yang sangat penting dalam memastikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kami akan bekerja keras untuk mewujudkannya, dan dengan dukungan dari berbagai pihak, saya yakin kita bisa mencapai tujuan kita," tutup Fenny. (nis/vga)
Editor : Vega Dwi Arista