SIDOARJO - Viralnya video sampah yang menggunung hingga memakan bahu jalan di Terminal Purabaya menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo.
Kepala DLHK Sidoarjo Bahrul Amig mengatakan, pihaknya merespon dengan melakukan clean up di kawasan tersebut.
Akan tetapi pihaknya tidak memberikan edukasi pada warga. Tetapi hanya layanan kumpul angkutan sampah.
"Di tempat sana sebenarnya sudah ada tempat pengolahan sampah, saat itu ia berharap Terminal Purabaya menjadi salah satu terminal yang mampu melakukan pengelolaan sampah," ucapnya, Selasa (27/2).
Akan tetapi, menurutnya persoalan tersebut ada pada manajemen. Sebab telah beberapa kali pengelola yang diberi tanggung jawab mengelola sampah tersebut tidak membuahkan hasil.
Karena itu, pihaknya sepakat akan mengambil alih pengelolaan sampah tersebut. Amiq akan menugaskan orang profesional yang mempunyai kemampuan penataan manajemen dan pengolahan sampah.
"Sehingga nanti tidak perlu terjadi terulang masalah seperti itu, karena memang semua harus mensupport," ujarnya.
"Karena ini semua beriringan dengan kepentingan masyarakat sana, ya warga Bungurasih dan Terminal Purabaya itu sendiri, maka harus dikonsolidasikan dengan kuat," tambahnya.
Amig menyebut, prinsip sampah layanan itu membayar sebesar sampah yang diproduksi. Sehingga kewajiban membayarnya berdasarkan banyaknya sampah.
Yang paling penting, ujar Amiq, penuntasan sampah di tingkat bawah akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat yang berkenan mengelola sampah.
Dia menegaskan, cita-citanya tetap sama, yakni sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin sedikit.
"Umur teknis TPA (Jabon, red) ini harus bisa panjang, kalau tidak nanti umur TPA itu nggak sampai empat tahun sudah akan penuh," bebernya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista