SIDOARJO - Baru-baru ini ada video viral di Sidoarjo, terkait adanya tumpukan sampah. Lokasinya berada di belakang Terminal Purabaya.
Terlihat, gunungan sampah tersebut memakan badan jalan yang digunakan bus keluar dari terminal. Adapun tingginya gunungan sampah tersebut kira-kira mencapai sekitar 160 centimeter dengan panjang sekitar 30 meter.
Saat ini gunungan sampah tersebut mulai dibersihkan pihak terkait. Hal tersebut sebagai respon cepat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo.
Kepala UPTD TPA Griyo Mulyo Jabon, Hajid Arif Hidayat mengatakan, permasalahan penanganan gunungan sampah di terminal Purabaya sangat komplek.
Sebab terdapat dua sumber sampah yang masuk ke tempat tersebut. Yakni dari terminal dan warga Bungurasih itu sendiri.
Bahkan karena hal itu, setiap harinya, sampah ditaksir mencapai 25 gerobak. Oleh sebab itu pihaknya terus berusaha memindahkan sampah.
"Kami setiap hari sudah berusaha memindahkan sampah yang berada di belakang terminal ini sehari dua truk sekutar 10 ton," ucapnya, Jumat (23/2).
Dia menjelaskan, gunungan sampah yang berada di terminal tersebut mulai memuncak sejak tiga bulan yang lalu.
"Kami setiap hari berusaha memindahkan sampah tersebut ke TPA Jabon dengan menggunakan satu armada truk, namun upaya tersebut tidak seimbang dengan volume yang masuk," jelasnya.
Hajid mengungkapkan, warga Desa Bungurasih yang membuang sampah di lokasi tersebut mencapai 12 ribu jiwa. Sehingga area TPS tersebut sangat cepat menumpuk bahkan meluber ke jalanan.
"Terjadi gunungan sampah ini akibat transisi, gelombang yang belum disamakan frekuendi antara pengelola di terminal dan pihak desa, baik secara teknis dan manajemen pembiayaan terkait pengelolaan sampah," bebernya.
Karena itu, DLHK Kabupaten Sidoarjo berencana melakukan pembersihan total pada Rabu minggu depan. Pihaknya akan melakukan dengan alat berat yang disiapkan.
"Rencananya melibatkan satu alat berat dan 50 armada truk, dari DLHK akan melakukan penataan manajemen yang melibatkan pihak terminal dan desa," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista