SIDOARJO - Desa Kedungbanteng dan Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin kembali direndam banjir.
Tidak hanya rumah, tiga sekolah negeri di wilayah tersebut juga turut merasakan dampaknya.
Yakni, SMP Negeri 2 Tanggulangin dan SD Negeri Banjarasri dan Kedungbanteng. Akibatnya siswa yang belajar harus dipindah ke ruangan yang lebih aman dari banjir.
Salah satu warga, Agung mengatakan, meski terjadi setiap tahun, banjir kali ini menurutnya paling parah. Sebab tak sedikit air yang masuk ke rumah warga.
"Tahun ini lebih parah, dulu hanya di halaman rumah, tapi kini sampai masuk ke rumah," ucapnya, Jumat (16/2).
Dia melihat, meski banjir di wilayah tersebut sudah ditetapkan siaga satu, tetap saja banjir tak kunjung surut.
Sementara itu, Kepala Desa Kedungbanteng, Budiono mengatakan, pihak Pemerintah Daerah sudah berusaha maksimal. Yaitu dengan meninggikan jalan kurang lebih 60 sentimeter.
"Namun tetap jalan tergenangi banjir," ujarnya.
Upaya lain yang dilakukan yaitu dengan menyedot genangan air. Namun upaya penyedotan air tidak bisa 24 jam, karena kondisi sungai untuk pembuangan juga meluap.
"Air disedot sebenarnya hanya muter-muter dari barat ke utara, timur, selatan dan barat lagi," terangnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista