Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Angin Puting Beliung Terjang Empat Kecamatan di Sidoarjo, Satu Tewas, Ini Identitas Para Korban

M Saiful Rohman • Selasa, 6 Februari 2024 | 00:23 WIB

 

MUSIBAH: Wakil Bupati Sidoarjo Subandi saat mengunjungi bangunan rusak di Desa Wonokerto, Kecamatan Prambon. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
MUSIBAH: Wakil Bupati Sidoarjo Subandi saat mengunjungi bangunan rusak di Desa Wonokerto, Kecamatan Prambon. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
 

SIDOARJO- Empat kecamatan di Sidoarjo diterjang angin puting beliung, Minggu, (4/2) sore. Yakni, Prambon, Balongbendo, Tarik dan Krian.

Peristiwa tersebut menyebabkan ratusan rumah rusak. Paling parah terjadi di Kecamatan Prambon, di Desa Kedungwonokerto, terdapat 200an rumah rusak parah yang terbagi dalam 16 RT.

Tidak hanya rumah yang mengalami kerusakan. Akan tetapi terdapat juga tiga korban, di antaranya satu meninggal dunia, patah tulang dan luka ringan.

Data dari BPBD Sidoarjo, satu korban jiwa yang meninggal atas nama Nurkilila, perempuan berusia 65 tahun warga RT 5, RW 4, Dusun Tanggungan, Desa Kedungwonokerto.

Korban luka-luka atas nama Misna (70) dari Desa Kedungwonokerto mengalami patah tulang tangan kiri, dirujuk ke Rumaha Sakit Yapalis Krian.

Sementara di Krian sebanyak tiga rumah yang mengalami kerusakan. Kemudian Balongbendo 33 rumah dan satu sekolah rusak dan 60 rumah di Tarik.

Wakil Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, ia telah memerintahkan timnya untuk segera mendata rumah yang terdampat pada peristiwa tersebut. Hal tersebut supaya masyarakat segera mendapatkan bantuan.

"Satu persatu rumah (terdampak, red) supaya mendapatkan bantuan, karena itu saya minta segera ditangani, jangan menunggu lama-lama, karena (kerusakan, red) ada yang 30 sampai 60 persen, kalau tidak segera ditangani mereka mau teduh dimana, itu yang menjadi kekhawatiran kita," ucapnya saat lakukan sidak di lokasi bencana, Senin (5/2).

Menurutnya, bencana yang terjadi sangat luar biasa. Kencangnya angin mampu memporak-porandakan rumah-rumah warga. Bahkan rumah beton sekalipun rusak parah.

Karena itu ia meminta BPBD Sidoarjo agar segera melakukan pendataan. Agar bantuan-bantuan dapat segera didistribusikan.

"Hari ini (Senin, red) saya mendata semua, baik yang rumahnya roboh, yang gentengnya tidak ada, asbesnya tidak ada, saya suruh mapping, nah untuk sementara ini kami sudah berikan bantuan pakai terpal ya," ujarnya.

Subandi juga telah memerintahkan Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo agar memberikan bantuan berupa sembako bagi para korban.

Baginya, untuk menangani musibah tersebut memerlukan posko terkait masalah kesehatan. Sebab belum semua bantuan dapat turun.

Dia khawatir akan kembali terjadinya hujan dan mempengaruhi kesehatan masyarakat. Karenanya pihaknya, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo akan menyiapkan posko untuk mendampingi kesehatan masyarakat.  

"Tentu ini bentuk dari memberikan support dan dukungan bagi masyarakat Sidoarjo," katanya.

Sementara itu, salah satu korban, Devi Nurlita berharap ada bantuan tenaga tambahan untuk membersihkan puing-puing rumahnya yang rusak. Sebab tenaga yang ada masih terbilang minim di tengah banyaknya rumah yang rusak.

"Kondisi rumah saya rusak parah, atap rumahnya jebol diterpa angin, ditambah air hujan kemarin yang masuk jadi gak karuan," keluhnya.

Dia berharap bantuan dapat segera turun. Terutama yang paling urgen saat ini yaitu terpal untuk menutup atap rumah yang jebol. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Korban #kecamatan #Krian #puting beliuang #Meninggal #Prambon