SIDOARJO - Fraksi-fraksi DPRD Sidoarjo menyampaikan pandangan umum tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 dalam rapat paripurna, Jumat (2/2).
Jubir Partai Amanat Nasional (PAN) Bangun Winarso memaparkan beberapa rekomendasi.
Fraksi-fraksi dalam rapat tersebut mengemukakan pandangan kritis terhadap RPJPD. Bangun menyatakan, masih terdapat kekurangan dalam menemukan program-program yang signifikan.
Capaian program dinilai masih bersifat normatif dan progresif.
"Khususnya dalam penyusunan struktur perencanaan,'' ujarnya.
Salah satu poin penting yang ditekankan oleh DPRD Sidoarjo adalah perlunya pemkab segera menyelesaikan proyeksi target dan pagu indikatif.
Hal ini dianggap krusial agar kebijakan alokasi anggaran untuk prioritas dapat segera dirumuskan dalam perencanaan RPJPD.
Dalam konteks infrastruktur, DPRD mencatat adanya wilayah di Sidoarjo yang belum tersentuh pembangunan.
Oleh karena itu, DPRD meminta agar program pembangunan di Sidoarjo dapat dilakukan secara transparan untuk memastikan kesejahteraan merata di semua wilayah.
Pada bidang tenaga kerja, DPRD menyoroti tingginya angka pengangguran di Sidoarjo, yang masih berada di atas angka nasional.
"Pemerintah kabupaten diminta untuk lebih serius dalam menekan angka pengangguran tersebut,'' imbuhnya.
Fraksi-fraksi juga mendesak pemkab untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan akses pendidikan, serta fokus pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Di sisi lain, Bangun juga menekankan perlunya pemenuhan jumlah puskesmas sesuai rasio jumlah penduduk. Serta memberikan jaminan kesejahteraan menyeluruh dan terintegrasi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (nis/vga)