Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Antisipasi Balap Liar, Ini Penekanan yang Dilakukan Polresta Sidoarjo

Diky Putra Sansiri • Rabu, 31 Januari 2024 | 02:48 WIB

DIIMBAU: Sebanyak 117 motor terjaring razia balap liar di Tol HK Jabon beberapa waktu lalu. (IST)
DIIMBAU: Sebanyak 117 motor terjaring razia balap liar di Tol HK Jabon beberapa waktu lalu. (IST)
 

SIDOARJO - Polresta Sidoarjo terus berupaya mengantisipasi adanya balap liar di Sidoarjo. Salah satunya melalui kegiatan preemtif, preventif, maupun represif. Hal tersebut untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Peran serta lapisan masyarakat, terutama anggota keluarga sangat dibutuhkan untuk menyadarkan pelaku balap liar. Selain itu, guru di sekolah dan pemerintah juga harus turut andil dalam penyelesaian masalah tersebut.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Christian Tobing mengatakan, antisipasi balap liar dilakukan setiap hari. Terdiri dari 40 persen kegiatan preemtif, 40 persen kegiatan preventif dan 20 persen kegiatan represif.

Menurutnya, pihaknya lebih mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif. Kegiatan preemtif diantaranya memberikan imbauan, sosialisasi ke masyarakat, ke sekolah, maupun ke komunitas-komunitas yang ada.

"Preventif kita melaksanakan patroli, ini sudah kita laksanakan setiap hari. Kalau represif yakni penindakan penilangan," ujarnya.

Sebelumnya, pada Senin (22/1), tim gabungan TNI/Polri dan Dinas Perhubungan Sidoarjo memberikan efek jera kepada pembalap liar dengan menghukumnya jalan kaki sambil mendorong motor ke Polresta Sidoarjo.

"Biar ada efek jera, mendorong motor hingga lima kilometer. Sesampainya di polres yang menggunakan knalpot brong kita amankan, kita sita. Untuk yang tidak ada surat-suratnya kita amankan juga, kalau ada surat-suratnya kita kembalikan," katanya.

Sehingga, aksi balap liar bukan hanya tanggung jawab polisi saja. Melainkan dibutuhkan peran seluruh lapisan masyarakat untuk mengatasinya, terutama yang terdekat keluarga.

"Orang tua diharapkan dapat mengimbau anak-anaknya untuk tidak melakukan balap liar. Selain itu, guru-guru di sekolah juga punya peran," imbuhnya.

Disisi lain, peran serta pemerintah juga harus turut andil dalam mengatasinya. Terutama mengkroscek dan mendalami penyebab balap liar sering dilakukan.

"Menurut analisa yakni anak-anak muda yang melakukan balap liar ingin menyalurkan bakatnya. Peran pemerintah harus ada, mungkin misal di Sidoarjo dibangunkan sirkuit untuk road race maupun drag race," ucapnya.

Namun, wajib tetap safety, dengan menggunakan helm dan surat-suratnya lengkap. Dengan diberikan wadah, diharapkan dapat mengurangi aksi balap liar.

"Kita harus memberikan pemahaman, agar masyarakat atau anak-anak lebih menyadari bahwa kegiatan yang dilakukan itu tidak penting, karena membahayakan dirinya sendiri dan membahayakan keselamatan orang lain di jalan," terangnya.

Dia mengimbau, untuk keluarga agar tidak menyerahkan motor kepada anaknya yang masih belum layak menaiki kendaraan bermotor.

"Kedepan akan intens, yang jelas akan ada efek jera, rencanannya bukan hanya tilang saja. Dan terpenting menggerakkan dan menyadarkan mereka untuk pentingnya berlalu lintas," pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#preemtif #Satlantas #Balap Liar #represif #preventif