Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Rombongan USAID Kunjungi RSI Siti Hajar Sidoarjo, Ada Apa?

M Saiful Rohman • Selasa, 23 Januari 2024 | 01:38 WIB

KOMPAK: Rombongan USAID berkunjung ke RSI Siti Hajar Sidoarjo. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
KOMPAK: Rombongan USAID berkunjung ke RSI Siti Hajar Sidoarjo. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
 

SIDOARJO - RSI Siti Hajar kedatangangan tim rombongan dari USAID (Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat).

Mereka menjalin kerja sama terkait peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan ibu dan bayi yang baru lahir di fasilitas kesehatan swasta.

Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo Zulfikar As’ad mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian kerja sama antara Nahdlatul Ulama dengan USAID.

RSI Siti Hajar menjadi salah satu rumah sakit yang terpilih untuk menjadi contoh terkait pelayanan kesehatan terhadap ibu dan anak.

"Alhamdulillah Sidoarjo, kami dan Dinkes senantiasa berkolaborasi, setiap program kita lakukan dengan baik," ucapnya saat ditemui pasca kegiatan, Senin (22/1).

RSI Siti Hajar ditunjuk langsung oleh PBNU, bersama RS Muslimat Jombang untuk menjadi mentor bagi peningkatan kualitas kesehatan.

"Kami berharap layanan (kesehatan, red) dapat meningkat, apalagi kami bersama Dinkes menjadi bentuk bagi kehadiran negara," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Sidoarjo Fenny Apridawati bersyukur Sidoarjo mendapatkan pendampingan dari USAID Momentum Private Healthcare Delivery di beberapa tahun terakhir ini.

Karena itu ia ingin rumah sakit dapat bersama dengan pemerintah untuk bekerja lebih keras dalam menurunkan Angka Kematian Ibu dan Anak (AKI/AKB).

"Dan alhamdulillah, angka kematian ibu kita (Sidoarjo, red) di tahun 2022 terdapat 24, tahun ini (2023, red) hanya ada 16 orang," katanya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan bukti dari kerja keras Pemkab bersama rumah sakit dan pelayan kesehatan di Sidoarjo. Sehingga AKI/AKB menurun cukup signifikan di tahun 2023.

Momentum USAID mempunyai tahapan yang cukup panjang. Terdapat cara bagaimana menangani ibu hamil berisiko tinggi.

Angka kematian bayi di Sidoarjo juga mengalami penurunan. Dari yang awalnya 104 kasus, tahun ini menjadi 99 kasus bayi meninggal.

Meski tak signifikan, baginya hal tersebut adalah upaya maksimal yang sudah dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo dalam menekan AKI dan AKB.

"Kami harus meningkatkan pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Sidoarjo untuk meningkatkan layanannya, terutama RSI Siti Hajar," tutupnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Nahdlatul Ulama #Rumah Sakit #Pembangunan #usaid #Kerja Sama #RSI Siti Hajar #rombongan