SIDOARJO - Kebakaran melahap kandang sapi di Desa Wadungasih, Kecamatan Buduran, Rabu (27/12) siang. Satu sapi mati terpanggang akibat si jago merah.
Upaya pemadaman berlangsung selama sekitar 1,5 jam. Dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.40.
Pemilik kandang sapi, Damuji membeberkan awal mula kejadian sekitar pukul 13.15. Saat itu dia meninggalkan kandang sebentar ke depan rumah.
"Tetangga belakang tiba-tiba teriak, ada api. Saya langsung kaget dan menuju ke belakang," ujarnya.
Pria 55 tahun tersebut mengungkapkan, dia yang saat itu sedang berusaha memadamkan api, menyaksikan sendiri api begitu cepat membesar dan asap membumbung tinggi.
Mendapati hal tersebut, dia dan warga sekitar berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Warga langsung menghubungi Damkar, agar api tidak semakin merembet.
Namun, api tak kunjung padam justru semakin membara. "Saya fokus ke menyelamatkan sapi, sedangkan warga membantu memadamkan api," ungkapnya.
Kebakaran tersebut menghanguskan kandang sapi di belakang rumahnya. Menurut Damuji di dalam kandang tersebut berisikan empat ekor sapi.
"Salah satu sapi berumur tiga tahun meninggal dalam kondisi hangus. Yang satu masih kecil masih hidup," tambahnya.
Diketahui, ketiga ekor sapi berhasil menyelamatkan diri. Namun, dua ekor lainnya terkena luka bakar di badannya.
"Ini yang masih hidup ada yang harus dijual, karena tanduknya patah," imbuhnya.
Selain sapi, juga terdapat kandang kambing dan ayam di samping kanan, juga kiri kandang. Namun, kebakaran tersebut tidak sampai merembet ke kandang yang lain.
Informasi yang berhasil dihimpun Radar Sidoarjo, diduga api berasal dari tumpukan jerami yang dibakar sedikit, untuk membuat asap dan mengusir lalat.
Humas Damkar BPBD Sidoarjo Miftahul Munir mengatakan, api sudah bisa dikondisikan dalam waktu 1,5 jam.
Petugas langsung berupaya memadamkan api yang membakar kandang seluas 60 meter persegi. Selain itu, Munir memastikan tidak ada korban jiwa atau luka dari kebakaran ini. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista