SIDOARJO - Angin puting beliung terjang sembilan rumah warga Desa Pesawahan, Kecamatan Porong, Rabu (13/12) sore. Tidak hanya rumah, angin juga merusak empat bangunan semi permanen.
Rata-rata kerusakan terjadi pada atap rumah. Sedangkan untuk empat bangunan semi permanen roboh dan rata dengan tanah.
Menurut salah satu warga, Dita Mandharika, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00. Ia melihat angin kencang datang dari arah timur ke barat.
Padahal saat itu hujan terjadi seperti biasa. Namun tiba-tiba intensitasnya semakin tinggi disertai angin yang cukup kencang.
"Angin sangat cepat sehingga orang-orang tak sempat menyelamatkan diri," ucapnya, Kamis (14/12).
Atas peristiwa tersebut, terdapat satu korban jiwa yang menderita luka-luka. Akibat tertimpa reruntuhan material bangunan.
Kepala BPBD Sidoarjo Dwijo Prawito mengatakan, timnya terus bergerak sejak kejadian kemarin. Mereka membantu masyarakat membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan. Bahkan reruntuhan bangunan sempat mengganggu akses jalan Porong ke Tanggulangin.
"Kami berikan bantuan berupa material bangunan sesuai kondisi kerusakan, seperti asbes dan genteng," terangnya.
Sedangkan untuk korban luka yang sempat trauma dengan kejadian telah ditangani dengan baik oleh BPBD Sidoarjo. "Korban kemarin sudah kami atasi secara langsung dan Alhamdulillah, berangsur pulih" katanya.
Dwijo menjelaskan, jika empat bangunan semi permanen adalah bangunan ilegal. Sehingga pihaknya tidak memberikan bantunan terhadap perbaikan ataupun material.
"Itu bangunan semi permanen (tidak mendapatkan bantuan, red) Seperti tempat potong rambut, warkop, dan warung sayur," bebernya.
Atas peristiwa tersebut, Dwijo mengimbau seluruh masyarakat Sidoarjo agar lebih waspada. Sebab di tengah musim pancaroba sering terjadi akan badai dan angin kencang.
Dia pun meminta, jika ada angin kencang masyarakat dianjurkan untuk berlindung di tempat yang aman. Sekiranya bangunan kokoh yang tidak mudah roboh karena angin.
"Cari tempat yang aman, jangan berlindung di bawah pohon, tiang listrik, papan reklame yang rentan roboh terhempas angin kencang," tutupnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista