SIDOARJO - Menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Ketua Pengurus Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sidoarjo Achmadi Subekti memproyeksikan okupansi hotel meningkat. Saat ini, okupansi rata-rata hotel mencapai 60 persen. Dia berharap momen liburan akhir tahun itu bisa meningkatkannya menjadi 80 persen. Tepatnya pada dua minggu sebelum tahun baru.
Achmadi menyebutkan, pengusaha hotel akan mengimplementasikan strategi khusus untuk menyambut gelombang kunjungan pada musim libur akhir tahun. Pertama, mereka akan memastikan kesiapan akomodasi dengan mengantisipasi berbagai kegiatan yang mungkin diadakan selama libur.
"Pihak hotel akan mengevaluasi dan meningkatkan fasilitas serta layanan guna memberikan pengalaman menginap yang memuaskan,'' katanya.
Baca Juga: PHRI Mengaku Sudah Terbiasa dengan Pandemi Covid-19
Kedua, setiap hotel akan merancang tema bernuansa khusus sesuai dengan momentum libur, seperti Lebaran Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru. Ini mencakup transformasi dekorasi hotel hingga penyajian menu baru di restoran mereka. Menciptakan atmosfer yang memikat dan berkesan bagi para tamu.
Achmadi juga menyoroti pentingnya kerja sama antara hotel dan pihak terkait. Seperti pemerintah daerah dan pelaku pariwisata dalam menciptakan sinergi yang mendukung pertumbuhan industri pariwisata lokal.
Dengan strategi yang matang dan penekanan pada tema khusus, PHRI Sidoarjo berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi daerah dan meningkatkan daya tarik destinasi Sidoarjo selama libur Nataru.
PHRI Sidoarjo mengajak masyarakat dan wisatawan untuk merayakan momen istimewa ini dengan menikmati keindahan serta keragaman atraksi dan layanan yang ditawarkan oleh hotel-hotel di Sidoarjo.
Melalui upaya bersama, mereka berharap dapat menciptakan kenangan tak terlupakan bagi semua pengunjung yang memilih Sidoarjo sebagai destinasi liburan mereka pada akhir tahun ini. (nis/vga)
Editor : Vega Dwi Arista