SIDOARJO-Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo memberikan penganugrahan kepada wajib pajak terbaik bagi hotel, restoran, dan tempat hiburan. Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu restoran di Sidoarjo itu juga merupakan bagian dari sosialiasi perpajakan.
Penghargaan tersebur diberikan langsung oleh Wakil Bupati Subandi kepada wajib pajak yang telah mempertahankan dan meningkatakan kepatuhan dalam melaksanakan kewajiban perpajakan sesuai dengan perundangan yang berlaku. Ada tujuh wajib pajak terbaik yang diberi penghargaan.
Mereka adalah lima wajib pajak hotel yang meliputi Luminor Hotel, Swiss Belinn Hotel, Delta Sinar Mayang Hotel, Hotel lumba-lumba, dan dua wajib pajak restoran yaitu Wizzmie Sedati, serta Kampoeng Kecil.
Ketua Perhimupunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sidoarjo Achmadi Subekti mengatakan, dasar pemikiran dilaksakannya sosialisasi dan pemberian penganugrahan kepada wajib pajak terbaik adalah sebuah langkah konkret yang bagus dari BPPD. Terutama dalam memberikan motivasi kepada wajib pajak. Serta untuk menjaga dan meningkatkan peran serta wajib pajak dalam menunjang pembangunan Sidoarjo melalui penyetoran pajak hotel dan pajak restoran.
“Langkah konkret yang bisa dilakukkan ya itu. PHRI bekerja sama dengan BPPD melalui intansi pajak dengan sosialisasi, imbauan, dan membangun sinergitas bersama. Termasuk brangkali ada konflik perpajakan atau kendala pembayaran,'' katanya.
Achmadi juga mengungkapkan, tahun ini realisasi pajak restoran melampui target. Keberhasilan itu menggambarkan dorongan kuat dari upaya intensifikasi pajak yang dilakukan.
Akhir tahun ini target pajak melampui batas. Tahun ini masih November, akan tetapi sudah masuk Rp 100 milliar lebih. Padahal targetnya Rp 95 milliar. "Dengan ini menggambarkan bagaimana sosialisi pajak dapat terelasisaikan dengan baik berdasarkan tolak ukur pencapaian target tahunan,'' imbuhnya.
Selain itu, perolehan pajak yang melampui target menunjukkan hasil nyata dari kerja sama antara intansi terkiat dengan komunitas bisnis. Hal tersebut menciptakan landasan yang lebih kuat untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (yli/nis)
Editor : Vega Dwi Arista