SIDOARJO-Seiring berjalannya waktu, jumlah penduduk Sidoarjo terus bertambah. Hal itu menyebabkan kepadatan wilayah yang terus meningkat tajam. Salah satu pendongkrak utama bertambahnya jumlah penduduk adalah adanya arus urbanisasi.
Berdasarkan data dari BPS Sidoarjo hingga akhir 2022, jumlah penduduk di Kota Delta sebanyak 1.955.002 jiwa. Mereka tersebar di 18 kecamatan secara tidak merata.
Inilah lima kecamatan paling padat di Sidoarjo.
1. Kecamatan Taman
Taman merupakan salah satu kecamatan di Sidoarjo yang berbatasan dengan kecamatan Waru. Jumlah penduduknya sekitar 197,892 jiwa. Tersebar di 24 desa/kelurahan yang ada di kecamatan Taman.
Desa dan kelurahan di Kecamatan Taman yaitu Krembangan, Bebekan, Bohar, Bringinbendo, Geluran, Gilang, Jemundo, Kalijaten, Kedungturi, Ketegan, Kletek, Kramat Jegu, Ngelom, Pertapan Maduretno, Sedang, Sambi Bulu, Sepanjang, Sidodadim Taman, dan Tanjungsari.
Di Kecamatan Taman sebagai daerah yang menghubungkan Surabaya dan dilintasi jalan nasional, banyak berdiri berbagai industri mulai dari makanan hingga industri farmasi. Hal itu menjadikan kawasan Taman sebagai sasaran urbanisasi yang menyebabkan tingginya angka kepadatan penduduk.
2. Kecamatan Waru
Waru merupakan kecamatan di Sidoarjo yang menduduki peringkat ke dua dengan penduduk terbanyak. Kecamatan Waru berbatasan dengan Kota Surabaya. Luas wilayah Waru mencapai 3.267,75 km2.
Jumlah penduduknya mencapai 192,613 jiwa. Kecamatan tersebut terdiri dari 17 kelurahan/desa.
Yaitu Waru, Kepuhkiriman, Ngingas, Janti, Wadungasri, Pepelegi, Wedoro, Kureksari, Brebek, Tambakrejo, Medaeng, Tambaksumur, Tambakoso, Tambaksawah, Tropodo, Bungurasih, dan Kedungrejo.
Waru dikenal sebagai pusat industri penyangga dari Surabaya. Banyak jenis industri pabrik maupun rumahan yang berada di kecamatan iitu.
Mulai dari logam di Desa Ngingas, sepatu dan sandal di Desa Wadung Asri, Brebek, Kepuh Kiriman, dan Wedoro.
3. Kecamatan Krian
Memiliki lokasi yang strategis. Berada di antara tiga wilayah. Surabaya bagian timur, Gresik bagian utara, dan Mojokerto bagian barat.
Kecamatan Krian juga dinilai strategis dari sisi transportasi karena merupakan salah satu jalur transportasi utama.
Jumlah penduduk Kecamatan Krian adalah 126,718 jiwa. Kecamatan Krian terdiri atas 22 desa/kelurahan. Di antaranya Barengkrajan, Gamping, Jatikalang, Jeruk Gamping, Junwangi, Katrungan, Keboharan, Kemasan, Kraton, Krian, Ponokawan, Sedengan Mijen, Sidomojo, Sidomulyo, Sidorejo, Tambak Kemerakan, Tempel, Terik, Terung Kulon, dan Terung Wetan.
Memiliki lokasi strategis sebagai kawasan satelit bagi Surabaya, Krian memberikan banyak keuntungan terutama perekonomian masyarakat. Banyak perusahan yang berdiri di sana. Apalagi saat ini sudah ada RSUD Sidoarjo Barat. Itu membuat Krian menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat dan banyak diminati untuk menjadi tempat tinggal.
4. Kecamatan Sukodono
Terletak di sebelah Timur kabupaten Sidoarjo dengan luas wilayah 28,81 km2. Jumlah penduduk yang menempati Kecamatan Sukodono sebesar 118,447 jiwa. Kecamatan Sukodono memiliki 19 desa/kelurahan.
Meliputi Anggaswangi, Bangsri, Cangkringsari, Jogosatru, Jumputrejo, Kebonagung, Kloposepuluh, Masangan Kulon, Masangan Wetan, Ngarasrejo, Pademonegoro, Panjunan, Pekarungan, Plumbungan, Sambungrejo, Suko, Sukodono, Suruh, dan Wilayut. Kecamatan ini dikenal dengan produksi buah-buahan seperti mangga dan pepaya.
5. Kecamatan Gedangan
Gedangan adalah Kecamatan di Sidoarjo yang juga memiliki jumlah penduduk yang padat yaitu 116,034 jiwa. Gedangan memiliki 15 desa/kelurahan yaitu Bangah, Ganting, gedangan, gemurung, Karangbong, Keonananom, Keboansikep, Ketajen, Kragan, Punggul, Sawotratap, Semambung Sruni, Tebel, dan Wedi.
Kecamatan Gedangan terkenal dengan industri logam dan topi. Salah satu desa yang terkenal dengan industri topi adalah di Desa Punggul.
Itulah lima kecamatan di Sidoarjo yang memiliki jumlah penduduk yang padat. Faktor peluang pekerjaan, ekonomi, dan fasilitas perkotaan yang diberikan oleh kelima kecamatan tersebut merupakan salah satu penyebab dari adanya peningkatan jumlah penduduk. (yli/ffa/nis)
Editor : Vega Dwi Arista