SIDOARJO - Operasi Zebra Semeru 2023 yang digelar Polresta Sidoarjo telah usai. Selama 14 hari operasi itu telah dijalankan. Mulai 4-17 September 2023. Banyak pelanggaran lalu lintas yang masih ditemukan di lapangan.
Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polresta Sidoarjo Iptu Heri Nugroho mengatakan, selama dua pekan sebanyak 1.734 pelanggar ditilang. Sementara itu, 4.687 pengendara lainnya diberikan teguran.
Pelanggaran terbanyak didominasi R2 yakni terbanyak pertama tidak menggunakan helm. Setelah itu, disusul pengendara yang melawan arus.
"1059 pengendara terjaring razia tidak memakai helm dan 174 pengendara melawan arus," ujarnya.
Penindakan dalam operasi ini dilakukan dengan empat cara. Yaitu, melalui kamera mobil INCAR, ETLE Statis, tilang manual dan penindakan berupa teguran.
"Sebanyak 112 pelanggar lalu lintas terekam kamera mobil INCAR," ungkapnya.
Pelanggaran terbanyak didapatkan dari ETLE Statis yang terpasang di Sidoarjo Kota. Selain itu, petugas juga melakukan penindakan berupa tilang manual.
"1208 pengendara terekam ETLE Statis, dan 414 pengendara dilakukan penindakan tilang manual," ungkapnya.
Perlu diketahui, sebanyak 115 personel polisi dilibatkan dalam Operasi Zebra Semeru 2023. Operasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. Membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Adapun beberapa target prioritas dalam Operasi Zebra Semeru 2023. Antara lain pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, pengendara yang melawan arus, pengendara di bawah umur, berkendara sambil menggunakan ponsel, berkendara dalam keadaan mabuk, berboncengan tiga atau lebih, over dimention over load dan berboncengan lebih dari satu orang. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista