SIDOARJO - Kawasan Perumahan Gading Fajar di Sidoarjo menjadi sorotan karena area taman di trotoarnya tidak tersentuh perawatan. Hal itu disebabkan oleh banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mendirikan lapak di atasnya.
Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (KRTH) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Hery Santoso menyayangkan kondisi tersebut. Mengingat taman tersebut seharusnya menjadi zona hijau di lokasi itu.
Hery menjelaskan, taman yang awalnya dibangun sebagai area hijau bagi warga kini terhambat oleh kehadiran PKL yang berdagang di atas trotoar. Tidak hanya menganggu estetika, hal itu juga membuat DLHK sulit untuk melakukan perawatan.
Padahal tanaman yang sudah ditanam bersama warga itu perlu dirawat. Sebab sebagian ada yang rusak atau mati. “Harus diganti dan dirawat dengan baik agar sesuai dengan fungsi zona hijau,” imbuhnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, DLHK berencana membangun pagar di sekeliling taman. Rencana itu bertujuan untuk mencegah kegiatan berjualan di trotoar. Sehingga dapat mempertahankan taman sebagai zona hijau yang dapat dinikmati oleh seluruh warga. “Pembangunan pagar membutuhkan penambahan anggaran, kami akan mengajukan permohonan untuk mendukung rencana tersebut,” ujarnya.
Dia berharap, dengan adanya pagar, taman di trotoar kawasan Perumahan Gading Fajar akan kembali terjaga. Sehingga menjadi tempat yang nyaman bagi warga untuk beraktivitas dan menikmati zona hijau di tengah kota. (nis/vga)
Editor : Vega Dwi Arista