Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Dinkes Sidoarjo Gencar Kunjungan ke Rumah Warga untuk Turunkan Angka Stunting

Annisa Firdausi • Kamis, 27 Juli 2023 | 00:01 WIB
RUTIN: Pemeriksaan kesehatan balita yang dilakukan oleh posyandu di Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo. (IST)
RUTIN: Pemeriksaan kesehatan balita yang dilakukan oleh posyandu di Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo. (IST)

SIDOARJO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo berupaya keras untuk menurunkan angka stunting di menjadi di bawah 10 persen. Kepala Dinkes Sidoarjo Fenny Apridawati mengungkapkan bahwa angka stunting pada tahun sebelumnya naik dari 14,8 persen menjadi 16,1 persen. Untuk itu, langkah-langkah strategis dilakukan dengan harapan angka tersebut dapat ditekan bahkan mencapai target zero stunting.

Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, Dinkes telah melakukan langkah proaktif dengan mengirim kader posyandu untuk berkunjung langsung ke rumah-rumah warga. Kader posyandu bertugas untuk mendata tumbuh kembang balita. Termasuk data berat dan tinggi badan saat lahir serta data berat dan tinggi badan saat ini.

"Proses pendataan dilakukan setiap bulan guna memantau perkembangan pertumbuhan balita dengan lebih cermat," katanya.

Fenny menjelaskan, pentingnya pendataan secara berkala itu karena tidak semua balita aktif mengikuti kegiatan posyandu. Dengan kunjungan langsung ke rumah warga, diharapkan deteksi dini kasus stunting dapat lebih efektif dilakukan.

Selain itu, langkah tersebut juga membantu mengidentifikasi permasalahan gizi dan pertumbuhan balita lebih awal. Sehingga penanganan yang tepat dapat segera dilakukan.

Namun, program kunjungan ke rumah warga ini tidak berjalan tanpa kendala. Sebab tidak semua warga merespon positif kehadiran kader posyandu. Beberapa warga masih ragu dan enggan menerima kunjungan tersebut.  "Karena takut anaknya akan dicap sebagai balita stunting,'' imbuhnya.

Fenny juga mengingatkan jika seorang balita terdeteksi mengalami stunting, langkah selanjutnya adalah memantau gizinya secara berkala. Dengan begitu, setiap bulan, balita yang mengalami stunting akan mendapatkan dukungan melalui program pos gizi.

Program tersebut akan memberikan makanan bergizi selama 7 hari untuk membantu meningkatkan kualitas gizi dan pertumbuhan balita.

Dia berharap melalui upaya yang terintegrasi, partisipasi aktif warga, dan dukungan penuh masyarakat, angka stunting di Kota Delta dapat berhasil diturunkan hingga di bawah 10 persen. Bahkan mencapai target zero stunting. Seluruh elemen masyarakat diimbau untuk lebih peduli dan mendukung program-program kesehatan seperti ini guna menciptakan generasi penerus yang sehat dan berkualitas. (nis/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Kunjungan #Dinkes #Stunting