SIDOARJO - Desa Kalipecabean di Kecamatan Candi menghadapi masalah serius terkait kegiatan Buang Air Besar (BAB) sembarangan. Warga membangun jamban helikopter di bantaran sungai yang mengakibatkan pencemaran sungai.
Menurut data yang diperoleh, ada sekitar 54 Kepala Keluarga (KK) yang belum memiliki sistem pembuangan atau septic tank yang memadai. Sehingga kotoran yang mereka buang langsung masuk ke sungai.
Salah satu alasannya adalah kurangnya dana untuk membangun septic tank oleh warga setempat. Dana untuk pembangunan septic tank tersebut memang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pada akhir tahun.
Menanggapi situasi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo Fenny Apridawati menyebutkan, pihaknya akan mengambil langkah untuk mengurangi masalah tersebut mulai dari sekarang. Salah satu caranya dengan menggunakan dana yang terkumpul, Desa Kalipecabean akan membangun septic tank komunal di daerah bantaran sungai.
“Setiap unit septic tank akan melayani lima rumah sekaligus,” katanya.
Fenny menegaskan pentingnya memiliki septic tank untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit. Dia juga mengimbau kepada warga desa agar lebih peduli terhadap kesehatan masyarakat dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Pembangunan septic tank komunal ini diharapkan akan menjadi solusi sementara untuk mengatasi masalah pembuangan air besar sembarangan di Desa Kalipecabean. Pemkab tetap berkomitmen untuk mengalokasikan dana yang cukup melalui APBDes atau APBD. “Sehingga setiap rumah tangga dapat memiliki septic tank yang memadai,” ujarnya.
Dengan adanya tindakan ini, diharapkan masalah pencemaran sungai dapat segera teratasi dan masyarakat Desa Kalipecabean dapat hidup dalam lingkungan yang lebih bersih dan sehat. (nis/vga)
Editor : Vega Dwi Arista