Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Berbarengan Pendaftaran Sekolah, Penjualan Hewan Kurban di Sidoarjo Menurun

Vega Dwi Arista • Jumat, 30 Juni 2023 | 01:07 WIB

 

LESU: Penjualan kambing untuk kurban di Jalan Raya Wadungasri, Kecamatan Waru. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
LESU: Penjualan kambing untuk kurban di Jalan Raya Wadungasri, Kecamatan Waru. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
 

SIDOARJO - Momen Idul Adha biasanya jadi masa panen bagi peternak hewan kurban. Namun, hal itu tidak dirasakan di tahun ini. Seperti yang disampaikan beberapa penjual hewan kurban di Jalan Raya Wadungasri, Kecamatan Waru.

Penjualan kambing menurun dibandingkan tahun lalu. Kondisi tersebut dikeluhkan oleh pedagang kambing tersebut. Penurunannya mencapai 40 persen.

Adi Barokah, 30, seorang pedagang kambing asli Wonosalam, Jombang mengatakan tidak mudah menjual kambing saat ini. Dia menyebut dagangannya masih banyak yang belum laku sampai Hari Raya Idul Adha.

"Jika tahun kemarin di hari yang sama dagangan saya habis. Saya menyediakan sekitar 100 kambing dan itu habis tahun lalu. Tapi sekarang, dengan jumlah yang sama masih ada 40 kambing yang belum laku," ungkap Adi, Kamis (29/6).

Padahal, harga kambing pada Idul Adha tahun ini masih stabil seperti tahun lalu. Yakni di kisaran Rp 2,5 juta sampai Rp 5,5 juta per ekor. Tergantung besar kecilnya kambing.

Menurutnya, semakin banyaknya penjual hewan kurban menjadi salah satu alasan. Selain itu karena kondisi ekonomi yang kurang baik juga menjadi penyebab menurunnya daya beli masyarakat untuk berkurban kambing tahun ini.

"Dengan bersamaan musim pendaftaran sekolah, membuat ekonomi masyarakat tidak stabil. Menjadikan penjualan saya turun drastis," tambahnya.

Sejumlah cara juga telah dilakukannya untuk memasarkan kambingnya. Bahkan Adi, sudah berusaha melakukan upaya penjualan melalui online. Baik melalui Facebook, Instagram ataupun Tiktok. Tetapi tidak berdampak signifikan.

"Online mungkin lebih menguntungkan, karena semua orang darimanapun bisa mengetahui, Alhamdulillah kebanyakan laku justru dari menjual online," imbuhnya. (dik/vga)

 

 

Editor : Vega Dwi Arista
#Idul Adha #Penjualan #Kurban