Dalam proses relokasi tersebut, para pedagang akan dipindahkan dari lokasi lama di loading dock di sisi timur selatan pasar ke area depan sebelah barat selatan pasar. Sebelumnya tempat tersebut bekas pasar penampungan setelah terbakar.
Kabid Pasar Disperindag Sidoarjo Hoedy Prasetyo mengatakan, di lokasi baru tersebut, sudah dibangun tiga hanggar dan sedang dalam proses pembangunan lima hanggar lagi. Totalnya, akan ada delapan hanggar yang direncanakan dibangun. Hanggar tersebut dilengkapi dengan kipas blower untuk sirkulasi udara. “Tujuannya agar suhu di dalam hangar tidak terlalu panas,” jelasnya.
Menurut Hoedy, rencananya ada sekitar 300 pedagang buah dan sayuran yang akan ditampung di lokasi tersebut. Selain itu, Pemkab juga akan membangun sekitar 315 stan tambahan untuk pedagang asli Sidoarjo. Relokasi pedagang ini dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo untuk menjaga kebersihan Pasar Porong dan memisahkan antara lokasi khusus loading dock (barang) dengan pedagang kaki lima (eceran).
“Bahkan relokasi ini permintaan para pedagang agar pasar tampak bersih dan rapi, kemarin malam sudah sosialisasi teknis untuk pembangunan dan rencana relokasi dan mayoritas pedagang setuju,” ujar Hoedy.
Menurutnya, relokasi juga bertujuan untuk menyatukan semua pedagang dalam satu stan agar tidak ada tumpang tindih dengan tempat bongkar muat barang (loading dock).
Dengan dilakukannya relokasi, maka akan terjadi pemisahan yang lebih rapi dan tertata antara loading dock dengan pasar buah dan sayur.
“Jadi dengan direlokasi ini nanti antara loading dock dengan pasar buah dan sayur lebih rapi dan tertata tidak lagi campur tumpang tindih. Pembeli juga lebih leluasa berbelanja,” pungkasnya. (nul/vga) Editor : Vega Dwi Arista