Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Misbahul Munir menjelaskan, peningkatan jumlah penduduk miskin sebesar 10,10 ribu jiwa antara 2020 hingga 2021 disebabkan adanya pandemi Covid-19. Banyak masyarakat yang di-PHK sehingga tidak ada pendapatan.
Namun pada 2022 terjadi penurunan sebesar 11,46 ribu jiwa dibandingkan tahun sebelumnya. “Hal itu karena pandemi sudah mulai berkurang sehingga lapangan pekerjaan mulai bermunculan lagi,” ujarnya.
Diakuinya, kemiskinan merupakan permasalahan kompleks yang melibatkan banyak faktor. Seperti tingkat pendapatan, pendidikan, lapangan kerja, akses terhadap layanan kesehatan, dan sebagainya. Pihaknya terus melakukan upaya yang berkelanjutan untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum.
Dalam mengatasi masalah kemiskinan, beberapa program dan kebijakan sudah disiapkan. Seperti program bantuan sosial, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun, masih dibutuhkan langkah-langkah lebih lanjut untuk memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan. “Sekaligus memastikan bahwa dampaknya terasa secara merata di semua lapisan masyarakat,” imbuhnya.
Selain itu, pemerintah pusat juga turut berperan dalam mendukung upaya pemerintah daerah dalam menangani masalah kemiskinan di Sidoarjo. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat menghasilkan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam mengurangi jumlah penduduk miskin serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah fluktuasi jumlah penduduk miskin yang terjadi selama tiga tahun terakhir, diharapkan adanya langkah-langkah strategis yang terus diambil oleh pemerintah untuk mengurangi tingkat kemiskinan secara berkelanjutan. Upaya yang terarah dan berkesinambungan diharapkan dapat menciptakan kondisi yang lebih baik bagi masyarakat Sidoarjo dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara menyeluruh. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista