Dwi menjelaskan capaian debit sebesar 720 lps sesuai dengan target yang ditetapkan. Namun, tahun depan diperkirakan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi Perumda Delta Tirta Sidoarjo. Karena target capaian yang ditetapkan naik menjadi 1.080 lps.
Target tersebut dianggap agak sulit untuk tercapai mengingat adanya keterbatasan pada pipa distrubusi yang tersedia. ''Mulai dari pipa induk, pipa sekunder, dan pipa tersier,'' katanya.
Dengan begitu, menambah saluran air ke pelanggan menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan ini. Keterbatasan pipa distribusi menyulitkan upaya tersebut. Untuk membangun pipa induk baru, Perumda Delta Tirta Sidoarjo membutuhkan biaya yang cukup besar.
Dwi menyebutkan, minat warga Sidoarjo untuk menjadi pelanggan sangat tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah pendaftar pelanggan. Namun terhalang oleh tingginya biaya yang harus dikeluarkan oleh warga. ''Kalau sudah dilewati pipa distribusi, tinggal membayar biaya pemasangan pipa SL saja,'' imbuhnya.
Biaya yang tinggi tersebut disebabkan oleh fakta bahwa di wilayah tersebut belum ada jaringan pipa distribusi yang melintas. Oleh karena itu, biaya sambungan air harus ditanggung oleh calon pelanggan. Hal ini membuat biaya sambungan dan pembangunan pipa distribusi menjadi sangat tinggi,.
Perumda Delta Tirta Sidoarjo menyadari tantangan ini dan berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Pihaknya sedang menjajaki berbagai solusi untuk mengatasi kendala pipa induk terbatas. Termasuk pembaruan infrastruktur yang memungkinkan penambahan saluran ke pelanggan dengan biaya yang lebih terjangkau.
Selain itu, Perumda Delta Tirta Sidoarjo juga berharap adanya dukungan dari pemerintah dan instansi terkait untuk mempercepat pengembangan infrastruktur air di wilayah Sidoarjo. Sehingga lebih banyak warga dapat menikmati manfaat air bersih. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista