Dia meminta agar jalan tersebut segera dilakukan perbaikan. Mengingat ruas jalan itu merupakan akses utama yang menghubungkan Kecamatan Sukodono dan Buduran. “Harus segera cek ke lapangan dan langsung ditangani,” tegasnya.
Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor itu menjelaskan, jalan Keling Jumputrejo merupakan jalan utama yang menghubungkan Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono dengan Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran dan sisi utara Desa Ganting, Kecamatan Gedangan.
Jalan tersebut cukup padat kendaraan karena banyak perumahan. Setiap sore juga selalu padat oleh aktivitas ekonomi masyarkat di sekitar.
“Mengingat ruas jalan itu cukup padat dan jika melihat rusak berlubangnya membahayakan pengendara maka segera dilakukan perbaikan. Karena jalan ini akses utama yang menghubungkan Kecamatan Sukodono dan Buduran,” jelas Gus Muhdlor.
Diketahui panjang jalan yang rusak dan berlubang sekitar 200 meter. Oleh warga kemudian lubang tersebut ditanami pohon pisang. Tujuannya untuk mencegah kendaraan roda dua agar tidak jatuh. Terutama di saat musim hujan lubang jalan tidak terlihat karena tertutup genangan air.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo Dwi Eko Saptono menyampaikan, perbaikan jalan akan dilakukan segera seperti yang diperintahkan Bupati. Dia juga diminta Gus Muhdlor membersihkan pohon pisang yang ditanam disepanjang jalan agar tidak terjadi kemacetan.
Dwi menyebutkan, setelah pihaknya mengecek di lapangan bersama-sama dengan PDAM, Dinas Perumahan, Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang, perbaikan jalan akan segera dilakukan. Selasa (9/5) malam petugas dari Dinas PUBMSDA mulai mengerjakan perbaikan. “Jalan yang diperbaiki nanti panjangnya sekitar 300 meter,” imbuhnya.
Menurut dia, salah satu faktor penyebab kerusakan jalan karena drainase tidak berfungsi. Sehingga air hujan tidak bisa mengalir dan terjadi genangan yang menyebabkan aspal cepat rusak. “Kami cek ada saluran sebelum sisi timur jalan namun sudah tidak berfungsi. Nantinya kalau masuk dalam rencana peningkatan akan dilengkapi dengan drainase,” ujarnya.
Dwi juga menyampaikan, jalan Keling Desa Jumput Rejo belum masuk dalam rencana peningkatan tahun anggaran 2023. “Tahun ini tidak masuk dalam perencanaan peningkatan jalan, nanti akan dibahas lagi untuk rencana pembangunan tahun 2024,” pungkasnya. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista