Menurut Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor itu, tantangan petugas kebersihan yang terlihat pada saat menjaga kebersihan momen peringatan 1 Abad NU. Saat itu dihadiri jutaan manusia yang tentu menyisakan banyak sampah. Namun dengan sigap ratusan Satrio Resik bekerja tanpa kenal lelah membersihkan area GOR dan sekitarnya. Selain itu, selama kurun waktu tahun 2022 mereka juga konsisten menjaga kebersihan kota dari sampah.
"Sebelum dan setelah acara 1 Abad NU semua berjalan lancar, ini karena adanya peran dari petugas kebersihan yang sigap. Mereka yang sebenarnya pahlawan adipura, sebutan Satrio Resik untuk mereka pas karena bekerja tanpa kenal lelah menjaga kebersihan kota ini," ujar Gus Muhdlor.
Gus Muhdlor juga menyampaikan, bahwa di luar sana masih banyak warga yang masih belum sadar akan kebersihan lingkungan. Untuk itu dengan berupaya bersama-sama dia mengajak semua pihak menjaga lingkungan. Dimulai dari lingkungan sekitar dan mengubah cara pandang akan kebersihan.
"Dimulai dari diri kita sendiri, lingkungan sendiri dan membantu bersama-sama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih maka momen keberhasilan seperti ini dapat dirasakan bersama," terangnya.
Sementara itu Kepala DLHK Sidoarjo Bahrul Amig mengatakan, suatu kehormatan Sidoarjo mendapatkan penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Karena menurutnya tidak banyak daerah yang mendapatkan apresiasi terkait dengan masalah lingkungan seperti itu.
Hal penting yang disampaikan oleh Ibu Menteri Siti Nurbaya terkait masalah lingkungan, tahun depan sudah mengurangi sampah masuk ke TPA. Dan persoalan sampah diharapkan tidak lagi menjadi sumber penyebab pemanasan global dan perubahan iklim yang disebabkan oleh emisi sampah.
“Kita itu harus punya warisan yang baik untuk para generasi yang akan datang dan mari kita wujudkan Sidoarjo yang indah, dengan memiliki taman yang dan tempat bermain bagi anak-anak," pungkasnya. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista