Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Tirto Adi mengatakan, pemberian sepatu bot memang sudah direncanakan. Saat ini, pemberian bantuan tersebut sedang dalam tahap pengadaan.
"Prosesnya sedang dalam proses pengadaan. Karena itu kan menggunakan anggaran biaya tidak terduga (BTT)," ujarnya kepada Radar Sidoarjo.
Menurut Tirto, anggaran BTT tersebut saat ini sudah turun. Jika nantinya proses pengadaan tersebut tuntas, maka akan segera dibagikan kepada sejumlah sekolah yang terdampak banjir.
Ada beberapa sekolah yang akan menerima bantuan sepatu bot. Mulai SMPN 2 Tanggulangin, SDN Kedungbanteng, SDN Banjarsari, hingga SDN Banjarpanji. Seluruh sekolah tersebut sudah diusulkan.
"Semuanya kami usulkan. Tahapnya sedang berjalan. Harapannya nanti bisa digunakan untuk berbagai aktivitas di sekolah, seperti saat upacara dan sebagainya," katanya.
Sejumlah sekolah di Tanggulangin menjadi langganan banjir tahunan. Beberapa siswa bahkan harus melepas sepatu saat menggelar upacara. Beberapa ruang kelas juga tergenang hingga aktivitas belajar dialihkan ke tempat lain seperti masjid.
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor telah memerintahkan dinas terkait untuk terus menghidupkan pompa selama 24 jam. Selain itu, dia juga meminta penambahan pompa portabel. "Pompa harus tetap hidup," katanya. (far/vga)
Editor : Vega Dwi Arista