Sebanyak 14 gedung rusunawa yang ada di Sidoarjo itu lokasinya tersebar di beberapa titik. Yakni rusunawa Pucang, Bulusidokare, Ngelom, Wonocolo dan Krian.
Menurut Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Sidoarjo Slamet Budiarto, rusunawa yang tersebar 5 lokasi itu awalnya tidak diminati oleh masyarakat. Namun semakin ke sini semakin banyak peminatnya. ''Hampir 95 persen dipenuhi penghuni,'' katanya.
Ada beberapa alasan warga yang memilih untuk tinggal di rusunawa. Seperti harga sewa yang terjangkau. Yakni mulai Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Tergantung lokasi sewa dan tinggi lantainya. ''Semakin tinggi semakin murah,'' katanya.
Namun diakuinya memang ada beberapa rusunawa yang sepi peminat. Seperti di rusunawa Tambakkemerakan, Kecamatan Krian. Alasannya, penghuni merasa terganggu dengan kegiatan yang ada di kawasan Krengseng.
Selain itu, menurut pantauan Radar Sidoarjo, Kamis (9/2) kondisi rusunawa Bulusidokare terlihat sepi. Terdapat satu blok yang tidak berpenghuni. Suasana sekitarnya pun kurang terawat. Beberapa fasilitas penunjang seperti taman bermain sudah tampak usang.
Slamet menjelaskan, untuk pemeliharaan lebih lanjut harus menunggu serah terima dari pemerintah pusat. Sebab rusunawa tersebut dibangun pusat. (dhf/nis) Editor : Vega Dwi Arista