Semenjak direlokasi ke sisi barat pasar, pedagang mengeluhkan sepinya pelanggan. Salah satu pedagang Timunah yang terdampak relokasi mengeluhkan dagangannya sepi pembeli. “Sangat terdampak karena di bagian barat sini masih sepi pengunjung,” katanya.
Sedangkan di sisi timur masih banyak yang berjualan. Sehingga pembeli lebih memilih berbelanja di sisi timur. Dengan pertimbangan tersebut, pedagang yang ada di sisi barat terpaksa kembali berjualan di tempat asalnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo Widiyantoro Basuki mengatakan, sesuai kesepakatan, seharusnya pedagang pindah semua ke sisi barat. Sebab sisi timur akan direvitalisasi. “Rencananya diberi lahan hijau sehingga pasar terlihat rapi,” katanya.
Nantinya pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP terkait penertiban pedagang. Rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.
Polemik pedagang Pasar Larangan memang sudah berlangsung sejak bulan lalu. Sebagian pedagang menolak direlokasi karena beberapa alasan. Salah satunya adalah karena sudah membayar retribusi untuk menempati kios di sisi timur.
Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Deny Haryanto mengaku dalam beberapa kali dengar pendapat, sudah ada kesepakatan untuk tertib. “Jika masih belum tertib, maka sudah masuk ranah Satpol PP,” ujarnya. (dhf/nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista