Juru kunci Candi Tawangalun Ahmad Saiful Munir mengatakan, bangunan candi sempat ambruk karena struktur pondasi yang tidak kuat. Hal itu terjadi akibat derasnya hujan yang mengguyur kawasan tersebut pada pertengahan September 2021 lalu.
Menurut pantauan Radar Sidoarjo, hingga Kamis (2/2) belum ada perubahan yang signifikan pada bangunan candi. Tidak ada perbaikan pada struktur bangunan candi yang ambruk. Batu bata masih berserakan. Saiful sangat menyayangkan hal tersebut. “Sebab bangunan ini merupakan bukti sejarah bahwa pernah ada kehidupan di tempat ini,” katanya.
Candi Tawangalun merupakan salah satu candi peninggalan dari kerajaan Majapahit yang ada di Sidoarjo. Lokasinya di perbukitan dan memiliki bentuk trapesium.
Sementara itu, Anggota Komisi D PDRD Sidoarjo Bangun Winarso menyebutkan, perda tentang pengelolaan dan pelestarian cagar budaya baru saja tuntas tahun lalu. Dalam perda tersebut melindungi cagar budaya dan mewajibkan semua masyarakat menjaga serta melestarikannya.
Ke depan, dia akan mendorong Pemkab Sidoarjo untuk merevitalisasi sejumlah cagar budaya yang sudah ditetapkan. Sebab selain untuk pelestarian, diharapkan cagar budaya bisa menarik kunjungan wisata. “Revitalisasi juga penting, akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran,” ujarnya. (dha/nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista