Kepala Dinkes Sidoarjo Fenny Apridawati menguraikan, pada 2021 Dinkes mencatat ada 11.704 temuan kasus TBC di Sidoarjo. Kemudian pada 2022 tercatat ada 31.963 kasus. “Di 2022 kami memang gencar melakukan penelusuran,” jelasnya.
Fenny menambahkan, tingginya angka tersebut juga berkat kerja ekstra para petugas untuk menelusuri. Selepas itu pihaknya juga akan bergerak untuk penanganan. “Angka ini bukan berarti negatif. Banyak terlacak kemudian kami beri penindakan. Sehingga sebarannya segera bisa ditekan,” sambungnya.
Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Sidoarjo itu menegaskan, dari 31.963 kasus, setidaknya ada 4.294 kasus yang telah ditangani Dinkes. “Hanya 4.294 karena sebagian ditangani RS swasta,” jelasnya.
Dinkes memiliki target pada 2025 nanti kasus TBC bisa tereliminasi hingga 50 persen. Karena itu pihaknya juga akan terus bergerak untuk menekan sebaran penyakit tersebut. Salah satunya turut berkolaborasi dengan Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera yang peduli terkait kasus TBC.
Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera setidaknya memiliki 60 kader yang tersebar di puskesmas di Sidoarjo. “Kami siap mendukung langkah Dinas ataupun Pemkab untuk menekan TBC,” terang Kepala Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera Siti Setyani.
Siti melanjutkan, para kader yang telah terlatih itu juga siap membantu antar jemput pasien. Termasuk pendampingan pada pasien positif TBC. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista