Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sidoarjo Sri Andari mengatakan, hal itu menunjukkan bahwa warga Sidoarjo masih belum bisa menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Berdasarkan data tersebut, Kecamatan Krian merupakan yang paling banyak melakukan BABS. Tercatat ada 1.345 orang. Padahal dari 33.254 rumah di Krian sudah ada 31.945 rumah yang sudah memiliki jamban ideal.
Dia menilai, meski sudah ada jamban ideal, namun jika perilaku warga tidak diubah, maka akan tetap BABS. “Mungkin karena masih ada jamban di sungai, itu yang membuat mereka tidak berubah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Fenny Apridawati mengaku pihaknya saat ini memang sedang berupaya untuk meningkatkan Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari perilaku BABS. Diakuinya, perilaku BABS di Sidoarjo masih cukup tinggi.
Namun dia menjelaskan, secara fisik rumah tangga yang mempunyai jamban sehat sudah 97 persen. Hanya saja kondisi desa yang ODF ada 194 desa dari 353 desa di Kota Delta. “Masih ada 159 desa yang belum ODF,” ujarnya.
Fenny menjelaskan, perilaku BABS banyak ditemukan di dalam desa yang septic tanknya dialirkan ke sungai atau bahkan masih belum mempunyai jamban sehat sama sekali. Bila di desa, ditemukan 1 RT atau lebih yang septic tank-nya dialirkan ke sungai atau tidak mempunyai jamban sehat sama sekali, dan perilakunya masih BABS, berarti masih dikatakan belum ODF. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista