Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo Rudi Setiawan mengatakan, khusus untuk triwulan ketiga saja realisasi investasinya Rp 2,86 triliun. Dengan rincian Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 692 juta dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 2,171 triliun. “Ini capaian positif,” katanya.
Rudi merincikan, realisasi investasi tertinggi pada Juni-September ada pada sektor industri karet dan plastik yang mencapai Rp 848,40 miliar. Kedua adalah industri makanan Rp 433,85 miliar lalu sektor perdagangan dan reparasi Rp 233,24 miliar. Jika dirinci dari unit usahanya ada 163 unit usaha untuk PMA dan 720 unit usaha untuk PMDN.
Sementara, jika dilihat dalam kurun waktu dari Januari hingga September, realisasi tertinggi ada di sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya. Yakni mencapai Rp 3,26 triliun atau 26,51 persen.
Kemudian industri kertas dan percetakan sebesar Rp 1,39 triliun dan industri makanan sebesar Rp 1,34 triliun.
“Industri logam dasar itu mengolah bahan logam menjadi produk logam jadi. Seperti velg mobil, atau perlengkapan dapur dan sejenisnya,” sambung Rudi.
Menurutnya, DPMPTSP memang berkomitmen untuk terus meningkatkan iklim investasi di Kota Delta. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menarik investor agar berminat berinvestasi di Sidoarjo.
“Salah satu komitmenya adalah mempermudah berbagai bentuk perizinan di Sidoarjo. Masyarakat juga bisa mengakses beragam perizinan secara online,” ucapnya. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista