Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sidoarjo, Athoillah menyebutkan, banyaknya temuan kasus HIV/Aids juga karena masifnya langkah deteksi yang dilakukan dinkes. "Faskes Konseling dan Tes HIV di Sidoarjo juga banyak," sebutnya.
Pria yang akrab dipanggil Atok itu menambahkan, langkah deteksi yang cukup masif itu juga akan membantu proses penyebaran. "Segera ketemu dan bisa diantisipasi," terangnya.
Selain itu, Dinkes juga telah menyediakan obat Antiretroviral (ARV) sebagai anti virus HIV di tiga rumah sakit dan 27 puskesmas di Sidoarjo. Warga yang suspek tentu akan terbantu dengan adanya obat tersebut.
Atok menambahkan, dinkes juga terus gencar melakukan sosialisasi pencegahan HIV/Aids. Melaui sekolah, puskesmas, desa, maupun kelompok masyarakat.
Harapannya di 2030 nanti angka kasus baru terkait HIV bisa menurun. Sehingga masyarakat Sidoarjo bisa terbebas dari penyakit menular tersebut. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista