Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo Rudi Setiawan mengatakan, hingga saat ini total investasi yang masuk sudah mencapai Rp 9,45 triliun. Angka tersebut terdiri dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak Rp 5,42 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak Rp 4,03 persen.
Diakui Rudi, pada triwulan pertama, investasi PMA yang masuk tidak terlalu tinggi. “Hanya Rp 1,34 triliun,” katanya.
Namun dikebut pada triwulan II, tercatat investasinya mencapai Rp 2,69 triliun. Sedangkan untuk investasi PMDN di triwulan I sudah cukup baik. Yakni Rp 2,47 triliun. Kemudian pada triwulan II naik menjadi Rp 2,95 triliun.
Menurutnya, angka realisasi tersebut cukup tinggi. Dibandingkan capaian tahun lalu total investasi di Sidoarjo tercatat sebesar Rp 7,04 triliun. Rinciannya 19,78 persen dari PMDN dan 80,22 persen dari PMA.
Rudi menyebutkan, salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan investasi di suatu wilayah adalah tata kelola yang baik. "Termasuk di dalamnya ada kemudahan dalam memperoleh perizinan," katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo Bambang Pujianto berharap tren iklim investasi yang positif itu bisa dipertahankan. Apalagi saat ini Kawasan Industri di Jabon sedang dibangun. Nantinya akan bisa mendatangkan banyak investor lagi.
Namun yang perlu menjadi perhatian pemkab adalah sarana infrastruktur yang memadai. Jika memang ingin mengembangkan kawasan industri, maka infrastruktur di sekitarnya harus dibenahi terlebih dahulu. “Terutama struktur jalan yang kuat, sebab akan dilewati kendaraan besar setiap harinya,” pungkasnya. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista