Koordinator aksi Alfan Ali Putra mengatakan, kenaikan harga BBM tersebut akan menimbulkan dampak yang panjang dan menyulitkan masyarakat. Pertama yang akan meningkat adalah ongkos transportasi. Dari peningkatan itu, akan menimbulkan peningkatan harga dari sektor lain. Seperti harga sembako.
Pihaknya menuntut pemerintah untuk membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM tersebut. “Bukannya pro rakyat, malah menyusahkan rakyat kecil,” ujarnya.
Meskipun setelah kenaikan harga BBM akan ada bantuan tunai, dia khawatir program tersebut tidak tepat sasaran. Malah warga yang membutuhkan tidak mendapatkan bantuan. Dari pengalaman sebelumnya, masih banyak masyarakat kecil yang tidak mendapatkan bantuan itu. Bisa jadi dari skema pemberian bansos yang kurang tepat.
Ketua Umum PMII Sidoarjo Ifan Alexander juga menegaskan penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM. Karena kenaikan harga itu tidak pro dengan rakyat kecil. Dia mengaku mewakili dari masyarakat Sidoarjo menolak kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM.
Sementara itu, Ketua DPRD Sidoarjo Usman yang menerima para mahasiswa tersebut mendengarkan langsung tuntutan mereka. Menurut dia, kebijakan pemerintah itu memang sudah mulai berjalan. Namun tidak ada salahnya pihaknya berupaya untuk membantu masyarakat dengan menyampaikan pesan mereka.
Politikus PKB tersebut berjanji akan menyampaikan aspirasi masyarakat hingga ke tingkat pusat. Jika memang tidak bisa diturunkan lagi, maka akan dicarikan solusi lain. “Misalnya dengan mengawal bantuan atau menambah bantuan,” pungkasnya. (nis/vga)
Editor : Vega Dwi Arista