Total 10 kontainer itu berisi 40 ft produk siap pakai. Jika ditaksir nilainya mencapai USD 450.000. Produk plastik yang diekspor itu juga beragam. Mulai dari botol minum, tempat makan, hingga wadah makanan premium lainnya.
Secara simbolis, ekspor perdana ke negara Asia Tenggara itu juga diluncurkan oleh Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor. Pihaknya juga mendukung penuh terkait kegiatan ekspor di wilayahnya. “Ini jadi momentum awal Sidoarjo menjadi penghasil devisa yang bermartabat,” terangnya.
Alumnus Universitas Airlangga itu menambahkan, kegiatan ekspor Sidoarjo juga mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Hal itu terlihat dari target 1000 eksportir dari sembilan provinsi di Indonesia, 300-nya yang mengisi adalah Sidoarjo.
“Termasuk UMKM. Sidoarjo harus go internasional. Jadi pahlawan devisa baru,” terangnya.
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini yang juga hadir mengungkapkan, tren permintaan plastik dunia saat ini juga meningkat. Angkanya ada di 4,5 persen. “Tahun lalu negara importir tertinggi ada di India, Turki dan Brazil,” terangnya.
Ni Made menambahkan, tren ekspor Indonesia juga menunjukkan angka positif lima tahun terakhir. “Indonesia juga berada di peringkat ke sembilan eksportir plastik ke Filipina,” imbuhnya. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista