Kepala Bidang Permukiman Dinas Perkim CKTR Sidoarjo Slamet Budiarto mengungkapkan, pembangunan jamban untuk tahun ini ada di dua lokasi. Yaitu Desa Sepande dan Desa Sumokali Kecamatan Candi. “Belum bisa banyak karena anggarannya terbatas,” katanya, Senin (1/8)
Untuk pembangunan jamban di Desa Sepande, Dinas mempersiapkan anggaran Rp 123,9 juta. Sementara untuk di Desa Sumokali disiapkan anggaran Rp 151,3 juta.
Saat ini tanda tangan kontrak juga telah dilakukan. Dalam waktu dekat pembangunan juga bakal dimulai.
Pembangunan jamban sehat ini juga untuk membantu meningkatkan persentase Open Defication Free (ODF) di Sidoarjo. Karena angka ODF atau bebas buang air besar sembarangan Sidoarjo masih di angka 42 persen.
Artinya masih banyak penduduk Sidoarjo yang masih buang air besar sembarangan. Dari pantauan Radar Sidoarjo misalnya, aktivitas buang air besar dengan jamban di atas aliran sungai masih cukup banyak ditemukan di Sidoarjo.
Misalnya di aliran sungai Pucang, atau aliran sungai Desa Kalanganyar Kecamatan Sedati. Diharapkan setelah jamban sehat itu dibangun dapat dimanfaatkan warga sekitar. Utamanya bagi mereka yang belum memiliki jamban di rumahnya. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista