Ketua pelaksana persiapan pembangunan Flyover Krian Bachruni Aryawan mengatakan, pembebasan lahan bangli sudah dikerjakan tuntas pada 29 Maret lalu. Sedangkan pembebasan lahan yang memiliki alas hak baru tuntas akhir April. Tepatnya pada 28 April.
"Pemkab sudah menuntaskan pembayaran ganti ruginya,'' katanya.
Dari 13 bangunan tersebut, sebanyak 10 bangunan ada di Kelurahan Krian. Sedangkan 3 bangunan lainnya di Desa Jerukgamping. Untuk membebaskan 13 lahan tersebut, pemkab menyiapkan anggaran sebesar Rp 9,9 miliar.
Langkah selanjutnya adalah pembongkaran bangunan. Pemilik bangunan diminta mengosongkan selama dua pekan. Setelah itu pada 13 Mei mendatang pemkab akan membongkar bangunan yang tersisa.
Kemudian pihaknya menyampaikan tuntasnya pembebasan lahan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Untuk selanjutnya pembangunan Flyover Krian sepanjang 700 meter tersebut bisa dilakukan.
''Diperkirakan akhir bulan ini mulai dibangun,'' imbuhnya.
Nantinya pembangunan bakal memakan waktu sekitar 17 bulan. Sehingga tahun depan baru selesai dan bisa dimanfaatkan. Dia tidak memungkiri jika dalam masa pembangunan nanti akan terjadi kemacetan.
“Namun ketika sudah tuntas, titik tersebut tidak akan macet lagi,” terang Kepala Dinas Perikanan Sidoarjo itu. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista