Eksistensi WARAS terlihat dari survei kepuasan masyarakat yang dilakukan oleh tim indepanden yang terdri dari enam pakar dan praktisi. Antara lain, Dr. Wisnu, M. Hum. dari Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Aminuddin Kasdi, M.S. (Dewan Harian Cabang-DHC) 45 Surabaya, Dr. A. Fatikhul Amin Abdullah, M.Pd. dari Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Jawa Timur, Ratih Kusmaharti, S. Pd, dari Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Jawa Timur, dan Dra. Diah Ismiatun, M. Hum, dari Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Wilayah Jawa Timur, serta, Drs. Hirman Pratikto, M. Pd dari SMAN 2 Surabaya. Survei dilakukan terhadap sembilan unsur standar penilaian layanan sebagaimana diatur dalam Permen PAN/RB Nomor 14 tahun 2017.
Survei yang dilakukan mulai awal Maret hingga petengahan April 2022 didapati nilai nilai indeks mencapai 3,17. Sehingga nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 79,34 dengan mutu pelayanan B (Baik).
Selain melakukan survei, masing-masing anggota tim memberikan pandangan tersendiri terhadap kegiatan WARAS yang pada masa endemi siap melakukannya secara hybrid. Yakni online lewat aplikasi zoom atau luring dengan menggunakan bus wisata berkeliling ke tempat bernuansa heritage, menyimpan benda atau arsip bersejarah.
Dr. Wisnu menyampaikan, layanan WARAS dari Disperpusip Jatim patut diapresiasi karena hal ini merupakan salah satu langkah brilian. WARAS adalah ide dan pelayanan yang sangat prima dan sangat dibutuhkan murid SD, SMP, SMA untuk mensosialisasi sejarah khususnya di Jawa Timur.
Sementara, Prof. Dr. Aminuddin Kasdi, M.S mengharapkan peserta WARAS dapat memahami kompetensi akan pentingya program ini, karena program WARAS salah satunya bertujuan untuk menghubungkan arsip dengan pengetahuan sejarah. Menurutnya arsip sangat berperan penting dalam pengembangan ilmu pengatahuan sejarah.
Sementara itu, Ratih Kusmaharti, S. Pd, memberikan apresiasi terhadap langkah Disperpusip Jatim untuk membuat tim independen guna menguji dan mengukur kepuasan sekolah dan peserta WARAS yang telah diikuti. Langkah ini, dinilai merupakan suatu komitmen yang baik dari Disperpusip Jatim untuk selalu berbenah diri dengan layanan yang telah diberikan.
Ratih berharap layanan WARAS dapat diperluas kepada para mahasiswa khususnya program studi sejarah.
Dr. A. Fatikhul Amin Abdullah, M.Pd, yang juga Dosen Universitas Islam Pamekasan juga mengapresiasi pembentukan tim independen oleh Disperpusip Jatim untuk melihat kepuasan masyarakat terhadap layanan WARAS. Harapannya, poin penilaian yang dicapai melalui survei tim tersebut dapat menjadi pijakan Disperpusip Jatim untuk peningkatan pelayanan. Sedangkan poin yang kurang baik dapat diperbaiki agar pelayanan WARAS semakin optimal ke depannya.
Anggota tim evaluasi lain, Dra. Diah Ismiatun M.Hum, memuji akan Layanan WARAS yang telah dinilai baik. Karena dapat memperkenalkan secara dini tentang arsip kepada siswa sekolah. Walaupun dalam hasil survei yang ada masih ada kekurangan beberapa unsur yang harus dan perlu diperbaiki, diharapkan Disperpusip Jatim tetap melakukan evaluasi internal secara kontinyu. Minimal setiap triwulan agar dapat mengetahui kekurangan, sehingga lambat laun Disperpusip Jatim menjadi pelopor layanan prima dalam urusan kearsipan bagi masyarakat di Jawa Timur, atau bahkan indonesia. (*) Editor : Vega Dwi Arista