Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo Benny Airlangga menyebut perawatan JPO Jenggolo dilakukan sekitar bulan Oktober mendatang. Perbaikan tersebut berupa pengecatan dan juga memperbaiki tembok dan besi untuk pegangan tangan yang rusak.
Benny mengungkapkan, tembok JPO tersebut sering jadi sasaran aksi vandalisme atau corat-coret oknum tidak bertanggung jawab. Padahal pengawasan terus dilakukan Dishub.
"Namun aksi vandalisme sering dilakukan di malam hari. Pengecatan juga rutin dilakukan, tapi kembali jadi sasaran," katanya, Rabu (23/3).
Lebih lanjut, kata mantan asisten 3 Setda Sidoarjo itu, anggaran perbaikan disiapkan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) akhir tahun nanti.
"Dalam waktu dekat belum ada anggaran perbaikan JPO. Masih akan kami usulkan anggaran perbaikannya nanti di PAK," jelasnya.
Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub, Dwi Tjahjo Mardisunu menjelaskan, biaya perawatan JPO di Sidoarjo ini masih mengandalkan pihak ketiga.
Bisa dari corporate social responsibility (CSR) instansi atau perusahaan. Perawatan bisa juga dibebankan pada perusahaan penyewa papan reklame yang ada pada JPO.
Sunu mengungkapkan, bahwa salah satu bank milik pemerintah sudah berpartisipasi merawat JPO Bungurasih. Pemkab membuka peluang jika ada CSR lagi yang menaruh perhatian pada fasilitas yang sama.
"Jika ada lagi, maka akan diarahkan pada JPO Jenggolo," ungkapnya.
Hal itu mengingat JPO di Tarik berstatus aset milik perusahaan swasta. Sehingga biaya perawatan pasti sudah dianggarkan. Sementara JPO di Sawotratap Gedangan tidak diketahui aset milik siapa. (rpp/vga) Editor : Vega Dwi Arista