Data dari Dinas Pembedayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sidoarjo, diketahui Desa Gelam Kecamatan Candi tidak ada satupun bacakades yang mendaftar.
Kemudian lima desa yakni Keboharan, Gamping, Watugolong Kecamatan Krian serta Desa Plaosan Kecamatan Wonoayu dan Desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin hanya memiliki satu bacakades.
Sementara itu, Desa Grogol Kecamatan Tulangan memiliki bacakades terbanyak yakni tujuh orang.
Kepala PMD Sidoarjo Mulyawan mengungkapkan, usai pendaftaran bacakades, tahapan yang saat ini berjalan adalah penelitian dan klarifikasi persyaratan administrasi bacakades.
"Maka bisa dimungkinkan bacakades itu gugur karena dokumen yang diserahkan tidak asli," kata Mulyawan, Selasa (1/3).
Hasil penelitian dan klarifikasi tersebut akan diumumkan mulai 11-13 Maret mendatang. Setelah itu, pada 19 Maret, panitia akan menetapkan bacakades menjadi calon kepala desa (cakades) sekaligus penentuan nomor urut secara terbuka.
Untuk Desa Grogol, kata Mulyawan, jika ke tujuh bacakades tersebut dinyatakan memenuhi seluruh syarat administrasi, maka Dinas PMD akan melakukan tes tambahan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Alasannya, untuk menentukan lima orang bacakades di masing-masing desa itu. Sebab sesuai aturan, pilkades maksimal diikuti oleh lima orang peserta calon kades di setiap desa.
Sedangkan desa dengan nol atau satu bacakades, masa pendaftaran bakal diperpanjang 19 Maret-7 April.
"Jika sampai tidak ada tambahan pendaftar, maka akan kami ikutkan pilkades 2024. Diisi penjabat kepala desa," ungkapnya.
Maka dari itu Mulyawan berharap panitia pilkades di desa setempat bisa lebih masif memberikan sosialisasi pendaftaran. Agar memenuhi minimal dua bacakades. (rpp/vga) Editor : Vega Dwi Arista