Camat Tanggulangin Sabino Mariano mengatakan, sebanyak 19 bangunan yang rusak itu terdiri dari 16 rumah warga, 1 fasilitas umum, dan 2 tempat usaha. Kerusakan paling banyak terjadi di RT 15/RW 4. Ada 11 rumah yang mengalami rusak ringan. Sebagian besar kerusakan terjadi pada atap bangunan. Selain itu fasilitas umum yang rusak adalah musala Al Abror. Sedangkan tempat usaha yang rusak asalah warung makan dan gudang rongsokan.
Sabino menyebutkan, pihaknya langsung menuju lokasi dan membantu warga membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan. "Beruntung tidak ada korban luka," katanya.
Menurut dia, potensi angin kencang terjadi di Tanggulangin cukup tinggi. Pihaknya bersama pemerintah desa juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk langkah penanganan.
Menurut perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, wilayah Sidoarjo terpantau masih berpotensi terjadi hujan deras. Diperkirakan pada siang hingga sore hari. Disertau hembusan angin dominan dari barat ke barat daya debgan kecapatan 5 hingga 40 km per jam.
Kepala BPBD Sidoarjo Dwidjo Prawito mengatakan, curah hujan tinggi dengan disertai angin kencang juga membuat beberapa pohon di kawasan Porong tumbang. Beberapa rumah di Desa Gempolsari hingga mengalami kerusakan.
“Petugas sudah melakukan pemotongan dan pembersihan pohon yang tumbang ke jalan juga rumah warga di Desa Gempolsari yang rusak,” ungkapnya. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista