Rumah warga yang terdampak ada satu di RT 3 RW 1, dua rumah di RT 4 RW 1, tiga rumah di RT 5 RW 2, lima rumah di RT 6 RW 2, dan dua rumah di RT 7 RW 2. “Rata-rata atapnya terhempas angin kencang, ” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Dwijo Prawito.
Dibantu petugas Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat yang mendapat laporan dampak akibat angin kencang, pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi rumah yang rusak tersebut. Agar air tidak masuk ke dalam rumah saat turun hujan, sebagian korban terpaksa memasang terpal di bagian atap rumah.
Selain rusaknya rumah warga, hujan lebat disertai angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang hingga mengenai rumah warga. Minggu (12/12) tim posko BPBD menindaklanjuti dampak rumah rusak di Desa Pademonegoro.
Tim melakukan assessment pohon tumbang yang menimpa dapur rumah Bu Dami, salah satu warga. Kemudian melakukan pemotongan pohon tumbang. "Pohon sudah dilakukan pemotongan dan dievakuasi," jelasnya Dwijo.
Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa dan warga hanya mengalami kerugian material saja. Mendapat laporan dari warga setempat pihak Babinsa dari Koramil serta Polsek Sukodono langsung turun ke TKP guna melihat kondisi rumah warga setempat yang terdampak angin puting beliung.
Dwijo mengimbau pada masyarakat selalu waspada terhadap perubahan cuaca secara singkat dan intensitas hujan yang tinggi disertai kilat, petir dan angin kencang. Dengan adanya situasi potensi perubahan cuaca, waspada potensi genangan, banjir bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan genangan.
Waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh. "Serta tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat dan petir," jelasnya.
Sebelumnya pada Kamis (4/11) puting beliung juga menerjang 28 rumah warga Dusun Wagir Desa Kwangsan dan Desa Pepe Kecamatan Sedati. Kemudian pada Rabu (10/10) angin kencang merusakkan belasan rumah warga, sekolah dan masjid di Desa Kedungkendo Kecamatan Candi. (rpp/vga) Editor : Vega Dwi Arista