Puluhan bangli itu didapati Subandi ketika sidak ke rumah pompa gang kelinci Desa Tambakrejo, Rabu (8/12). Bangli tersebut ada yang berupa warung, hingga dimanfaatkan sebagai garasi mobil. Bahkan ada bangli yang baru saja dibangun, dan cor semennya belum mengering.
Padahal, banyak sedimentasi yang sudah lama tidak dibersihkan. Menurut Subandi, bangli mempersulit pembersihan sedimentasi tersebut. Air sungai yang tidak mengalir sempurna juga menimbulkan aroma tidak sedap.
Dirinya meminta agar saluran tersebut dikembalikan sebagaimana fungsinya. Sebab, ketika ditinjau lebih lanjut, ternyata bangli menjadi salah satu pemicu banjir yang terjadi di Kecamatan Waru.
"Kita kasih waktu satu bulan untuk menyelesaikan. Kita kawal sosialisasi. Biar tidak ada permasalahan," kata Subandi, Kamis (9/12).
Mantan Kades Pabean Sedati itu menambahkan, untuk mengatasi permasalahan banjir, pemerintah dan masyarakat harus gotong-royong. Maka dari itu ia meminta kepala desa dan camat segera menindaklanjuti penertiban bangli di sana.
"Minimal minggu depan sudah mulai sosialisasi," tegasnya.
Camat Waru Mahendra Rudi Setiawan mengatakan, pihaknya berkomitmen melakukan sosialisasi agar warga bisa membongkar bangli secara mandiri. Dia akan berusaha meningkatkan kesadaran warga membersihkan sungai yang ada di lokasi kediaman masing-masing.
Sementara itu, Kepala Desa Tambakrejo Nur Mahmudi segera menindaklanjuti penertiban bangli tersebut. "Segera kami sosialisasikan. Bilamana sosialisasi ini sukses, maka progres selanjutnya juga akan sukses,” ucapnya. (rpp/vga)
Editor : Vega Dwi Arista