Selain siswa dan guru, kegiatan yang dilaksanakan, Kamis (25/11) itu juga melibatkan sejumlah pihak. Yakni, warga sekitar, wali murid, Palang Merah Indonesia (PMI) dan perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo.
Hari itu para siswa, guru hingga wali murid praktik melakukan evakuasi. Misalnya saat terjadi kebakaran atau gempa bumi di sekolah. Mulai dari menuju titik kumpul hingga belajar menolong korban yang terluka.
Kepala SLB Negeri Juwet Kenongo, Porong, Rini Istiadi mengatakan, simulasi itu mengajari siswa, guru hingga wali murid bersikap dan berlari yang benar ke jalur evakuasi.
"Jadi tidak bingung mau berbuat apa," katanya.
Bagi Rini, simulasi itu menjadi pelajaran yang cukup berarti. Selain hal baru, pelajaran itu juga menyenangkan karena diajak praktik langsung di lapangan.
"Siswa merasa dirinya juga mampu untuk berbuat dan melakukan hal-hal yang di luar sana dianggap sulit," imbuhnya.
Rini berharap, pelajaran itu dapat bermanfaat di kemudian hari. Sehingga apabila terjadi bencana sungguhan, siswa dan guru sudah siap.
Sementara itu, Ketua Tim Koordinasi Siaga Bencana Sekolah Muhammad Sobri mengatakan, simulasi itu menjadi ilmu yang baru. Ia berharap dapat menambah kemanfaatan kehidupan masyarakat terutama sekolah SLB Negeri Juwet Kenongo Porong. "Ini juga bermanfaat untu menyelamatkan jiwa manusia," ucapnya.
Khoiri, Perwakilan BPBD menambahkan, kegiatan semacam itu juga menjadi bentuk edukasi kepada warga dan siswa SLB Negeri Juwet Kenongo Porong. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista