Ada sekitar 11 rumah warga Desa Kedungkendo dan lima bangunan non rumah rusak. Termasuk satu gedung SDN Kedungkendo, satu sekolah PAUD dan satu masjid. Semua sudah dalam proses penanganan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo.
Selain mendapat bantuan bahan material perbaikan, warga juga mendapat bantuan dua paket sembako dari Dinas Sosial dan Baznas Sidoarjo.
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor sudah menginstruksikan ke BPBD agar merespon cepat memperbaiki rumah warga yang rusak. Pemkab menyiagakan satgas penanggulangan bencana yang bergerak mengantisipasi kejadian lanjutan. Termasuk antisipasi banjir. Satgas penanggulangan bencana sudah disiagakan 24 jam membantu warga. Dinas PUBMSDA juga masih terus melakukan pengerukan sungai.
"Mohon warga saling mengingatkan tetap waspada dan hati - hati karena memang kondisi cuacanya ekstrem," tegasnya.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa musim hujan ini disertai fenomena La Nina. Terjadi di Desember atau akhir tahun 2021. Potensi hujan lebih deras juga disertai angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Sidoarjo Dwijo Prawito mengimbau pada masyarakat selalu waspada terhadap perubahan cuaca secara singkat dan intensitas hujan yang tinggi disertai kilat, petir dan angin kencang
Dengan adanya situasi potensi perubahan cuaca, waspada banjir bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan genangan. Selain itu juga waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh. (rpp/vga) Editor : Vega Dwi Arista