Kepala Bidang Damkar BPBD Sidoarjo Nawari mengatakan Kota Delta tidak cukup memiliki lima pos damkar. Idealnya setiap kecamatan memiliki satu pos damkar dan minimal tersedia satu mobil pemadam. "Masih sangat jauh. Ini harus kita kejar," katanya Senin (11/10).
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pembahasan penambahan pos damkar kini tengah digodok BPBD. "Sukodono sudah kami rapatkan. Tulangan dalam waktu dekat," katanya.
Pembahasan tersebut kata Nawari berkaitan dengan penentuan lokasi, akses masuk kendaraan, standar luas bangunan. "Kami hitung jumlah penduduk, jangkauan untuk wilayah itu mana saja," imbuhnya.
Rencananya BPBD akan memanfaatkan aset pemkab yang tidak difungsikan. Menurut Nawari, aset milik pemkab harus dimanfaatkan dengan maksimal untuk melayani masyarakat.
Satu pos damkar tersebut akan dibangun dengan memanfaatkan eks kantor Kecamatan Sukodono. "Kalau Sukodono, itu satu bidang dan sudah bersertifikat. Pengelolaan aset ada di kecamatan," terangnya.
Sedangkan pos damkar di Tulangan akan memanfaatkan eks gedung unit pajak sebelah barat kantor Kecamatan Tulangan. "Saya masih mengkaji peta rencana lokasi dan status aset disana," ungkapnya.
Sementara itu Pelaksana Tugas Camat Sukodono Mukhammad Makhmud membenarkan Forkopimka Sukodono dan BPBD telah membahas rencana tersebut. "Iya. Pos damkar akan berada di utara eks kantor kecamatan," ungkapnya.
Selain pos damkar, Makhmud mengungkapkan sisa lahan eks kantor kecamatan Sukodono seluas 5.300 meter persegi itu, juga akan dimanfaatkan untuk kantor sekretariat karang werda dan rumah sehat tradisional Dinas Kesehatan Sidoarjo.
Terpantau saat ini gedung yang terletak berhadapan dengan Pasar Sukodono itu nampak kurang terawat. Setahun setengah dibiarkan kosong, mulai banyak tanaman liar mulai merambat ke area gedung. Rencananya dalam waktu dekat perawatan gedung akan dilakukan pihak kecamatan. (rpp/nis) Editor : Vega Dwi Arista