Program itu tengah disiapkan BPBD Sidoarjo, termasuk anggarannya. Dalam rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan rancangan perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan 2021, anggaran yang diusulkan untuk kegiatan itu mencapai Rp 5,9 miliar. "Itu untuk pembinaan petugas pemadam kebakaran. Termasuk honor petugas non ASN," kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nawari, kemarin (21/9)
Upaya itu diharapkan untuk meningkatkan kinerja perugas pemadam kebakaran saat beraksi. Saat ini anggaran masih dalam pembahasan. Sehingga angka akhir juga belum bisa dipastikan.
Kejadian kebakaran juga masih menjadi ancaman tersendiri bagi warga Sidoarjo. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidoarjo, di tahun 2020 tercatat ada 272 laporan kejadian kebakaran.
Kejadian kebakaran tertinggi berada di Kecamatan Sidoarjo dan Krian dengan jumlah masing-masing 38 laporan. Berikutnya kecamatan Buduran 26 laporan, lalu Kecamatan Waru 23 laporan dan Kecamatan Gedangan 21 laporan.
Selain soal SDM, pos pemadam kebakaran di Sidoarjo juga belum merata. Di kota Delta, hanya ada 5 pos pemadam kebakaran. Yakni Pos di Kecamatan Candi, Porong, Waru, Krian dan Buduran.
Padahal Kabupaten Sidoarjo memiliki 18 kecamatan dan dengan luas 71,42 hektar. Idealnya masing-masing kecamatan memiliki Pos Pemadam Kebakaran. (son/nis) Editor : Vega Dwi Arista